Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam perayaan ulang tahun ke-16 IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom. Acara ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan perjalanan panjang komunitas perempuan penulis terbesar di Indonesia yang telah menemani ribuan perempuan untuk berani berkarya melalui tulisan.
Refleksi 16 Tahun Perjalanan Menulis Bersama IIDN
Didirikan pada Mei 2010 oleh Indari Mastuti, IIDN bukan sekadar komunitas menulis. Lebih dari itu, IIDN telah menjadi rumah bertumbuh bagi perempuan dari berbagai latar belakang profesi dan kehidupan.
Dalam sambutannya, Teh Indari menyampaikan bahwa tulisan bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah bentuk aktualisasi diri. Dari komunitas ini, begitu banyak perempuan yang akhirnya berani memulai dan berani bertumbuh.
“Usia 16 bukan garis finish, ini adalah halaman baru. Terus bertumbuh, terus menulis. Ini tentang aku, sebab ceritaku layak dipublikasikan.”
Beliau juga mengingatkan bahwa IIDN bisa bertahan hingga hari ini karena banyak tangan yang saling menopang, merawat, dan menguatkan satu sama lain sehingga rumah bernama IIDN tetap hangat hingga sekarang.
Acara dipandu dengan hangat oleh moderator Nunu Amir dan Evi Fauziah. Dalam kesempatan tersebut, Evi menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran IIDN yang menjadi wadah bertumbuh bagi banyak perempuan Indonesia. Kini IIDN telah memiliki lebih dari 16 ribu anggota dari berbagai daerah.
Anna Farida turut berbagi pandangannya mengenai IIDN sebagai komunitas yang hangat dan inklusif.
“IIDN bukan hanya tempat berkarya untuk diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi banyak orang. Di sini ada beragam jenis ibu, beragam profesi perempuan, semuanya ada.”
Perjalanan IIDN juga mengikuti perkembangan dunia digital. Jika dahulu tulisan hadir dalam bentuk buku fisik yang dicetak dan dibaca langsung, kini berkembang ke format digital seperti audiobook. Kehadiran audiobook menjadi solusi bagi para ibu yang ingin tetap menikmati buku di tengah padatnya aktivitas rumah tangga. Cukup dengan membuka audiobook, para ibu bisa mendengarkan sambil menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Dalam sesi inspiratif lainnya, Bu Hani dari Bandung mengenang masa awal Sekolah Perempuan IIDN yang dulu masih berlangsung secara offline di rumah Teh Indari dan informasinya dibagikan melalui Facebook IIDN. Sementara Bunda Patkalia yang seyogyanya menjadi narasumber berhalangan hadir.
Sejak berdiri pada Mei 2010, IIDN terus berkembang menjadi komunitas perempuan yang aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan menulis, mulai dari artikel, fiksi, hingga penulisan buku. Beragam challenge menulis juga rutin diadakan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan agar mampu menghasilkan karya bahkan penghasilan dari aktivitas menulis.
Launching Buku Dari Resah Menjadi Kisah
Dalam perayaan kali ini, IIDN juga meluncurkan buku bertema overthinking yang ditulis oleh 17 perempuan. Buku tersebut berisi perjalanan mereka dalam menaklukkan overthinking dan menemukan kekuatan diri melalui proses menulis.
Acara semakin meriah dengan berbagai games seru dan pengumuman pemenang blog challenge. Berikut para pemenangnya:
Best Blog Design: Imawati Anisa Wardani
Most Inspiring Blog: Reffi Dhinar
Most Engaging: Maria Tanjung
Best Story Telling: Novarty Eka Putriana
Favorite Writing Choice: Karunia Sylviani Sambas
Perayaan HUT IIDN ke-16 menjadi pengingat bahwa menulis bukan hanya tentang karya, tetapi juga tentang keberanian untuk bersuara, bertumbuh, dan saling menguatkan. Semoga IIDN terus menjadi rumah hangat bagi perempuan Indonesia untuk berkarya dan menginspirasi lebih banyak kehidupan.
Semangat terus berkarya






































